MEJIKUHIBINIU #1

 

Part 1 : MEJIKUHIBINIU



"Siapa aku?". Seketika Pink bertanya pada dirinya sendiri. Sekarang hatinya semakin bergejolak untuk memaki dirinya. Ia tak habis pikir dengan kepribadiannya yang memang benar-benar sulit dimengerti.

"Kau tau betapa merananya aku saat merasa sendirian disebuah kelompok besar ?". Katanya menunjuk pada cermin di depannya. Ia sedang berada di kamarnya menatap cermin besarnya, dan lagi-hanya untuk meratapi dirinya sendiri.

"Kau tau kan, aku sudah berusaha blak-blakan untuk bercanda. Tapi lagi-lagi di anggap serius ?".

"Kau tau kan betapa kesunyian akan tercipta ketika aku cuma berdua dengan orang?".

"Kau tau kan, bahkan aku lebih tertutup dari pada sebuah botol yang memiliki tutup."

"Ya ampun, sepertinya masa depanku akan suram!". Pink mengakhiri kalimatnya sambil menepuk dahinya untuk segera sadar bahwa ini adalah dunia orang dewasa.

Ia segera mengganti pakaiannya menuju kampus yang tidak jauh dari rumah. Ia memutuskan berjalan kaki menyusuri trotoar daerah rumahnya yang terlihat hanya memiliki lahan tidak lebih dari 60 cm pun untuk para pejalan kaki. Jadi apakah ini bisa disebut trotoar?.

Di kelas, Pink mengitarkan pandangannya keseluruh penjuru. Ya, dia adalah seorang pengamat. Menyukai letak suasana pojokan dan melihat sekelilingnya untuk mengamati dan mencerna ruang lingkup barunya. Hari ini merupakan hari pertamanya masuk kelas di semester satu bangku kuliah. Canggung? Pasti!. Tapi mau bagaimana lagi, adaptasi harus tetap dilakukan demi berlangsungnya kehidupan. Iya kan?  Betul kan?. Mau tidak mau, suka tidak suka Pink harus berusaha untuk beradaptasi, perihal kepribadiannya yang pendiam akan dipikirkan nanti, batinnya.

Srett!  tiba-tiba seseorang duduk disebelah kursinya yang kosong. "kaget aku!". Kata Pink mengelus dadanya yang baru sedetik tadi degdegan. Di depannya kini tersaji ciptaan Tuhan yang amat mengagumkan. Pandangan Pink tertuju padanya sambil sedikit melongo.

'ini manekin? apa tokoh utama ganteng di kartun-kartun sih?'  gumamnya dalam hati, seperti mimpi rasanya. Matanya mengerjapkan sejenak. Dia baru sadar sekeliling kelasnya hanya baru terisi lima orang, dan Pink adalah satu-satunya perempuan dikelas itu saat ini. 'Kesambet apaan ini cowok duduk di sebelah aku ya? perasaan aku bulukan deh, gak ada cantik-cantiknya sedikitpun. Modelan kayak gini biasanya demen duduk sama yang imut-imut deh, yang cantik gitu. perasaan kursi masih banyak yang kosong, kenapa milihnya duduk di sini sih. bikin hati degdegan aja.' bertubi-tubi pertanyaan meletup-letup di kepala Pink, rasanya seperti popcorn yang baru di masak di atas panci. Kegeeran? hampir! sayangnya dia langsung sadar kalau dirinya bagai butiran debu jika bersebelahan dengan pria di sebelahnya sekarang.

Hari pertama menjalankan misi beradaptasi di lingkungan baru-gagal! Jelas gagal, pria yang berada disebelahnya cuek bukan kepalang. Belum lagi teman-teman di dalam kelas yang sama-sama canggung di hari pertama masuk. Mata kuliah hari ini pun terlihat agak membosankan bagi Pink. Pink tidak suka dengan pelajaran mengahapal, apalagi yg berbau tahun-tahun sejarah, itu membuat otaknya benar-benar lelah.

***

"Kelompoknya mau bapak yang bagikan atau kalian sendiri yang menentukan?". Tanya pak dosen dengan logat friendly nya di depan kelas pagi ini. Dia adalah Dosen penanggung jawab akademik kelas ini sekaligus mengajar matkul ilmu sosial dan budaya.

"Bapak Aja!". Jawab anak kelas serentak. Pink langsung mengerti,  jelas mereka belum berkubu. Masih belum saling mengenal jadi menjawab seperti itu.

'lihat aja sebulan kemudian,  pasti mereka semua udah tau mau sekelompok sama siapa aja.' batin Pink menggerutu. Dia seperti sudah mengerti jalan cerita beradaptasi di kelas.

"Yasudah, kalau gitu satu kelompok terdiri atas empat orang ya." Setelah itu Pak dosen yang memiliki panggilan Pak Tedi itu segera membagikan kelompok.

"Ya Tuhan Kelompokkanlah hamba dengan orang-orang yang baik." Bisik Pink pelan sambil memejamkan matanya. Dia sempat trauma juga dengan pembagian kelompok acak seperti ini sejak zaman sekolah dulu, karna Pink sering kedapatan mendapatkan kelompok yang tidak asik-menurutnya. Ujung-ujungnya, dia bakal menjadi tombak suruhan. Iya! suruh ngeprint, suruh mencari data, dan suruh-suruh lainnya. Saat itu Pink berpikir ia tidak suka kerja kelompok!

"Oke sekarang kelompok ke Empat ya!". Pak Tedi melihat nama di kertas absennya. "Wah, ini nih fantastic four. Bisa pas sekali ya, ada empat orang yang punya nama warna-warni seperti ini." Pak Tedi tertawa pelan. Nama anak zaman sekarang memang terlampau unik !. Beliau kemudian melanjutkan, "Magenta Putra Adi,  Biru Wibisano, Violet Wibisano, dan Pink Oriona."

"Ebuset, kelompok mejikihibiniu apa nih." Ceplos Pink Pelan. Pria di sebelahnya tiba-tiba tertawa kecil. Iya, tertawa pelit. Tau kan tertawa yang pelit sangat itu? senyum kecil secuil-lalu kembali kaku lagi. Setelah selesai membagikan kelompok dan tugas, Pak Tedi segera keluar sebentar dan memberi pesan untuk segera merembukkan terlebih dahulu tema yang tadi telah dibagikan.

Setelah pembagian kelompok, semua langsung mencari nama satu sama lain. Berisik?  Pasti! Apalagi rata-rata mereka belum tau nama temannya satu sama lain. Pink masih terdiam di kursinya,  menatap sekeliling 'Haduhhh, pusing aku ngeliatnya.' batinnya menggerutu lagi.

Benar-benar seperti suasana pusat perbelanjaan. Begitupun Pria di sebelahnya, tidak bergerak seperti yang lain sama seperti Pink. 'Lho kok depan aku juga gak bergerak kayak yang lain ya?'. Pink masih bertanya-tanya, ‘kenapa cuma empat meja ini saja yang orangnya tidak jalan-jalan kesana kemari seperti yang lain?’ Imbuhnya.

'Tuhan, bantu hamba buat menemukan kelompok hamba ya~.' doanya dalam hati, sambil memejamkan matanya yang sejak tadi terbuka lebar melihat keadaan kelas yang gaduh bukan kepalang. Seorang perempuan berwajah ramah dan cantik seketika menyambangi meja yang berada di sebelah Pink. Betul sekali-meja Pria cuek yang kata Pink mirip wajah ganteng di anime-anime. Pink tau, pria modelan dia pasti bakalan jadi Idola. Ini buktinya! Tidak usah capek-capek sosialisasi, ada yang samperin sendiri.

"Maaf, Kamu namanya Kelvin bukan ya?". Tanya perempuan itu dengan senyuman manisnya yang benar-benar manis sekali, Pink pun yang melihat itu ikutan meleleh dibuatnya.

"Bukan, Aku Magenta." Jawab Pria di sebelahnya singkat dan padat! tanpa imbuhan pengharapan palsu atau basa-basi gak jelas. Benar-benar dinginnya sudah sekelas gunung es di antartika.

Deeep! Doa Pink cepat sekali di jabah. Tidak usah capek-capek bertanya dia sudah dapat jawabannya. Sisa dua orang lagi yang harus dia temui. Pink memberanikan diri menegur Pria disebelahnya, bukan-maksudnya teman disebelahnya sekarang.

"Hmm.. tadi aku gak sengaja denger kalo nama kamu Magenta. Kita...satu kelompok, Aku Pink." Kata Pink memperkenalkan dirinya dengan agak gagap. 'manusiawi kan ya kalau gugup didepan orang ganteng?'  batin Pink.

Tiba-tiba Magenta mengulurkan tanganya "Aku Magenta, Salam kenal." Ya ampun! memang tidak bisa ditebak orang ini. Tadi cuek sekali, namun sekarang jadi lumayan friendly setelah memperkenalkan dirinya kepada Pink.

Dua orang didepan kursi mereka tiba-tiba membalikan kursinya, seorang pria dan wanita. Wajahnya terlihat agak mirip. Mereka kemana-mana selalu saja berdua, duduk pun sebelahan berdua. apakah dua orang di depan Pink dan Magenta adalah sepasang kekasih atau saudara? Ah tidak tau juga. "Aku Biru." Kata Pria yang baru saja membalikkan kursinya ke hadapan Pink itu.

"Aku Violet. Panggil aja Vio." Disusul perempuan disebelahnya yang juga ikutan membalikkan kursi ke hadapan Magenta.

"Kami Kembar". Jawab mereka bersamaan. "Kami tadi gak sengaja mendengar percakapan kalian dan nama kalian. Salam kenal". Imbuh Vio kemudian. Sambil mengulurkan tangannya satu sama lain.

Perkenalan yang cukup diluar dugaan. Hari ini Tuhan benar-benar menjabah semua doa Pink. Doanya hanya ingin di terima dengan baik saat bersosialisasi di tempat baru, tidak muluk-muluk.

***

Grup Chat sudah terbentuk. Ketua kelompok pun sudah di tentukan. Biru dipilih menjadi ketua, karna umurnya yang paling dewasa diantara yang lainnya-iya paling dewasa beberapa bulan. Terkecuali Violet yang hanya berbeda beberapa menit saja. Haha...

Baru sehari Pink sudah dapat melihat kepribadian mereka masing-masing lewat grup chat ini. Violet yang baik hati dan agak cerewet karna selalu siap menyiapkan segalanya demi kelompok. Ia seperti seorang Happy Virus di dalam tim ini-aktif dan periang. Biru yang dewasa dan juga sering memimpin namun kadang juga kekanak-kanakan di lain waktu. Magenta yang tidak suka basa-basi, juga tetap pada kecuekannya terhadap sekeliling, dan Pink yang agak pendiam, kurang percaya diri, juga pastinya plin-plan. Dia tipe orang yang mengikuti alur, tidak punya pendirian pula, karena terlalu takut jika dirinya di tolak dalam pergaulan akibat kesalahannya sendiri.

'Hari Kamis kita kumpulkan data ya, ngerjainnya di perpus aja sehabis jam terakhir.' Biru memberi aba-aba di chat.

'Siap kapten.' Jawab Vio dengan cepat.

'Oke Biru'. Diikuti dengan jawaban chat dari Pink, dan seperti biasa Magenta tidak pernah membalas apa-apa.

-Mejikuhibiniu kini telah resmi terbentuk-


Komentar

Postingan Populer