MEJIKUHIBINIU #2

 DISKUSI



    Malam ini Pink kembali membuka Laptop tua nya. Mencoba mencari kisi-kisi untuk tugas kelompoknya, dan pastinya membuka beberapa pesan online dari blog pribadinya. Sebuah pesan muncul kembali dari seorang anonim, menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan isi blog nya tersebut.

    Blog Pink hanya berisi tentang cerita-ceritanya menjalani hidup ini. Terdengar klise sih, tapi buktinya cerita yang berbau kehidupan memang seru untuk dibaca dan bisa dijadikan pelajaran hidup bukan?.

    'Bagaimana cara kamu keluar dari zona nyamanmu?. Bully itu sakit kan. Hahaha' Pink membaca kalimat dari pengirim anonim itu dengan penuh keambiguan.

    "Ini dia mau ngeledek aku atau gimana sih!" pikirnya sedikit sebal. Namun kemudian dia berpikir kembali, ini seperti sebuah kalimat sarkasme. Sepertinya sang anonim juga pernah merasakan Bully dan ingin meminta saran dari Pink.

    'Bully memang menyebalkan sih menurutku. Memang sangat sulit keluar dari zona nyaman, maksudku-aku ingin berubah ke arah yang lebih baik lagi. Intinya, mulai sekarang aku akan berusaha membuka diri dan bercerita yang sewajarnya agar kehidupanku gak tertutup amat seperti dulu, dan aku harus mulai berani berkata 'nggak' kalau itu memang gak baik buatku atau buat orang sekelilingku. Juga pastinya berusaha terbuka untuk menyalurkan pendapatku, aku akan berusaha menjadi manusia pada umumnya-dan dijalan yang benar mudah-mudahan.'Kata Pink saat menuangkan isi hatinya pada ketikan blog di kolom balasan komentar tersebut.

    Isi Blog bagian ini sebenarnya membicarakan tentang diri Pink yang ingin berubah agar tidak seperti dulu lagi. Ia sadar jika dulu ia terlalu tertutup, lebih nyaman menikmati dunianya sendiri, merasa rendah diri dan tidak percaya diri. Itu membuatnya terlihat kaku dan dianggap aneh oleh teman-teman disekelilingnya.

    Pink kembali mengingat hari-harinya dahulu kala. Kesulitannya saat bersosialisasi, dirinya yang kadang mudah di bully secara verbal meskipun tidak seseram yang ada di sinetron-sinetron, namun tetap saja yang namanya bully itu memang terasa menyebalkan-dan dia tidak bisa melawannya, karena terlalu takut jika akan ada boomerang berbalik kepadanya. Intinya saat itu ia berada disebuah kebimbangan. Jika melawan, sebuah permusuhan mungkin akan terjadi pada dirinya. Sedangkan ia menyukai suasana kedamaian, dan harus bertahan disebuah posisi untuk tetap masuk sekolah, mendapatkan nilai, bersosialisasi, juga disatu sisi ia tidak ingin orang rumah tau jika dirinya merasakan tekanan pertemanan saat dikelas.

***

    Hari ini mereka-Pink, Magenta, Biru, Violet merundingi tugas kelompoknya yang akan di presentasikan saat Ujian Akhir Semester nanti. Tak dipungkiri, tugasnya sulit mencari datanya pun sulit.

    "Ini sih mau gak mau kita harus wawancara, entah orangnya atau keluarganya. Gila sih, berpuluh-puluh kali aku telusuri di Google gak ada satupun yang bahas ini orang. Ada satu Blog yang pernah bahas ini, dan singkat banget. Gantung!". Biru sang kapten yang insting analisisnya bagai Elang mencari buruanpun sampai bisa bicara seperti itu. Fix, tugas ini tidak main-main. Pantas diberi waktu lama, karena memang susah!.

    "Ah gak asik nih, masa cuma tugas kita doang yang ditelusuri di internet gak ada jejaknya. Aku sempet telusuri semua tema temen-temen kita, dan ada jejak penelusurannya di internet meskipun cuma lima sampai enam hasil. Nah kita apaan, cuma satu dan itupun cuma Blog, bukan jurnal, skripsi atau tesis." Gerutu Violet kemudian. Mungkin ini yang namanya insting saudara serahim kali ya, mereka sama-sama kritis dan bawel ternyata.

    Magenta masih diam dengan memasang mimik-'Aku juga lagi mikir'-mungkin seperti itu isi hatinya. Mukanya memasang mimik serius saat itu, diikuti oleh Pink yang juga sama seriusnya, namun ia lebih memikirkan kekhawatiran dan ketakutannya jika tidak bisa lulus UAS matkul tersebut nantinya.

    "Blog yang kamu sebar di grup udah aku bedah sih. Pria yang ada dalam tema kita itu ternyata udah meninggal lima tahun yang lalu. Jadi bagaimana ?". Magenta berbalik bertanya.

    "Bisanya kamu tau?". Pink akhirnya membuka mulutnya reflek.

    "Aku coba pakai terjemahan untuk mencari data-datanya. Nama dia akan keluar jika kita tulis dengan aksara Korea. Dia memang gak terkenal, tapi dia aktif menulis blog dengan hangul." Magenta memajukan kepalanya di atas meja dalam perpus diikuti mereka semua, dan seketika sebuah pengerubungan terjadi oleh mereka berempat.

    Magenta lanjut meneruskan."Jadi, dia itu sering menulis blog setiap seminggu dua kali. Dia menulis dalam bahasa Indonesia tapi dengan tulisan korea. Sampai sini udah paham?". Tanya Magenta dengan mimik wajah seriusnya, mereka lalu mengangguk bersamaan.

    "Ih keren!. Kok bisa kepikiran sampe situ sih Gen, salutt!!" Mata Violet berbinar seperti terkagum-kagum dengan otak encer milik Magenta, Ia kemudian mengangkat kedua jempol tangannya.

    "Terus, kamu udah baca apa aja dari blog itu? dan kenapa pak dosen nyuruh kita buat ngangkat dia? apakah dia punya hubungan dengan matkul kita-Ilmu Sosial dan Budaya?". Biru langsung memberikan bertubi-tubi pertanyaan.

    "Aku masih awam sama aksara korea. Jadi capek rasanya buat baca segitu banyak isi blog, kita harus berbagi tugas kayaknya. Intinya aku udah baca sekitar lima isi blog, dan almarhum ini bercerita tentang lukisan-lukisannya yang memiliki arti tentang hidupnya selama ini. Masalahnya, dia belum pernah mempost hasil lukisan-lukisannya di blog ini katanya. Lukisannya cuma dia simpan di rumah, dan di jual ke beberapa orang aja-orang terdekat dia. Mungkin itulah kenapa ada hubungannya dengan kebudayaan, karna membicarakan tentang lukisan itu."

    Pink terlihat ingin berbicara namun penuh keraguan, kakinya tidak bisa diam membuat getaran kursi yang dapat di rasakan Magenta yang berada disebelahnya.

    Magenta membaca raut wajahnya, berharap bisa membantunya mengumpulkan kepercayaan diri untuk ikut memberikan pendapat. "Pink suka K-Pop?" Tanya Magenta.

    DEG! 'Bagaimana Magenta bisa tahu?. Ah iya, dia kan bertanya padaku bukan membuat sebuah pernyataan padaku ya.'
"I.. iya aku suka." Kata Pink sedikit gelagapan.

    "Suka bikin hangul juga gak?". Lagi-benar deh! Magenta, Violet, dan Biru memang seperti Trio investigasi, dan Pink bagai remah rempeyek di grup ini. Penelusuran mereka selalu tepat sasaran sama apa yang dipikirkan Pink.

    "Iya suka." kata Pink lagi.

    "Apaan tuh Hangul ?". Tanya Violet sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

    "Aksara Korea namanya Hangul dodol!". Kata Biru sembari memencet hidung adik kembarnya itu.

    "Aww, sakit ih! kan gak tau aku...". Violet menggerutu pelan. "Kok kamu tau Bi?. Wah diem-diem suka nontonin girlband yang suka joged-joged itu ya!".

    Biru seketika terkekeh pelan, dan segera melanjutkan kembali dialognya. "Nah, Vio kamu kerjasama sama Pink ya buat terjemahkan. Aku dan Magenta bagian mencari tau wawancara yang bakal kita lakukan nanti". Sang Kapten-Biru memberi intruksi. Magenta, Pink, dan Vio berangguk setuju.

    Perembukan tugas kelompok hari pertama berakhir sampai disini.


Komentar

Postingan Populer